Alergi Bisnis Mlm Online, Tapi Banyak Peminat

Sungguh gila, bisnis mlm utamanya bisnis mlm online banyak yang alergi, dicap sebagai bisnis mimpi kaya namun masih banyak yang minat. Ada apa? Bukankah nama MLM atau bisnis jaringan sudah dianggap buruk? Bukan hanya peminatnya yang masih banyak, bahkan muncul peminat baru yang tadinya tidak minat. Beberapa perusahaan MLM pun masih tetap bertahan sampai sekarang. Bahkan, beberapa bisnis MLM model baru bermunculan lagi. Mengapa ini?

Penulis ingin membahas masalah bisnis mlm online yang dianggap membuatalergi orang namun masih tetap banyak peminat. Bagaimana pembahasannya? Berikut penjelasannya.

1. Mereka Ingin Belajar Bisnis Jalur MLM

Ada sebagian orang terpikatmengikuti mlm dikarenakan ingin mencar ilmu bisnis online. Ada beberapa mentor yang memang melatih untuk menjadi pribadi pemimpin, sosial bisnis dan semangat membuka usaha. Hal itu lah yang ingin dikuasai pemula yang ingin belajar bisnis, tidak peduli bagaimana orang berkata seperti apa. Mereka tetap semangat mengikuti bisnis mlm online.

Tipe orang seperti itu ialah tipe selektif. Mereka tidak mampu sembarangan mengikuti bisnis mlm terutama bisnis mlm online. Mereka akan mengikuti bisnis mlm ketika menemukan mlm yang tepat. Ketika sudah tidak puas, mereka akan berganti dengan yang lain. Intinya membangun pengalaman dan berguru.

2. Mereka Masih Bermimpi Kaya Instan

Banyak perusahaan MLM yang menawarkan metode cepat kaya. Penulis memperhatikan sisem cepat kaya ada beberapa hal: perekrutan, keseimbangan atau binari, dan juga perkembangan jaringan. Inilah sistem cepat kaya yang ditawarkan bisnis mlm terutama bisnis mlm online.

Ternyata, mereka sendiri mengklaim bahwa perusahaannya bukan mlm. Jelas, perusahaan mereka bukan dikatakan MLM alasannya tidak terdaftar dalam APLI. Daftar lewat APLI, perusahaan anda mesti memenuhi beberapa syarat yang tidak coba-coba. Bila perusahaan MLM tidak terdaftar lewat APLI, anda perlu menghindarinya alasannya potensial dalam kebangkrutan ketika produknya sangat rendah.

Jelas, banyak perusahaan bisnis mlm khususnya bisnsi mlm online yang tidak terdaftar melalui APLI tidak mempunyai umur yang lama. Skema cepat kaya hanya beraku untuk yang telah join duluan. Makara, mereka hanya terbuai rayuan cepat kaya dan main-main. Impian cepat kaya justru mengalami hambatan sehingga tidak kaya-kaya padahal sistemnya menawarkan cepat kaya.

3. Mereka Yang Ingin Berjualan Jalur MLM Online

Penulis ingin mengajukan pertanyaan, bisnis itu proses jual-beli atau bukan? Di sini anda akan mendapatkan arah tentang bisnis mlm online. Bila berpendapat bahwa bisnis tidak perlu berdagang alias cuma jualan sistem atau hak cipta, maka bisnis mlm online pun tidak perlu berdagang dan Cuma jualan. Bukankah metode seperti ini justru cuma money game, permainan duit? Makara, seperti persepsi lazim, bisnis adalah proses jual-beli. Maka dari itu, bisnis online online telah niscaya perdagangan.

Mungkin anda alergi, “Pengusaha kok jualan?” Maka penulis balik mengajukan pertanyaan, “Memangny anda pemilik perusahaan atau bukan? Berapa modal untuk membeli produk?” Bila memang anda bukan selaku pemilik perusahaan dan cuma bermain jualan skala kecil, mengapa alergi dengan kata jualan? Tentu anda mesti membedakan antara pemasaran produk kelas kecil dan penjualan kelas besar. Dari pembedaan itu, anda bisa menyaksikan bagaimana anda berdagang. Apakah anda hanya selaku penjual atau pengurus dalam pemasaran produk?

Dan perlu dikenang, bisnis mlm online yang paling masuk logika ialah apabila penjualan produk terjadi repeat order (artinya mempunyai pelanggan setia). Artinya, bisnis mlm online mendatangkan produk fisik yang sangat digemari dan diperlukan market setiap waktunya. Ini menjadi catatan penting jikalau mau ikut mlm. Hal ini untuk meminimalisir aktifitas perekrutan. Ini lah perusahaan yang mesti ada di masa ini.

Banyak perusahaan MLM bangkrut dikarenakan. Pertama, produk yang dihadirkan telah tidak diperlukan market lagi alasannya adalah telah ada persaingan produk. Hal itu terjadi bukan kesalahan metode. Kedua, para member lebih maksimal dalam perekruten sebab cara pandang pebisnis yang “salah” dan memburu komisi cepat kaya. Aktifitas sepert itu alasannya ulah tata cara perusahaan MLM sendiri yang lebih mementingkan perekrutan sebanyak 80% ketimbang penjualan ialah hanya 20%. Ketiga, produk mahal di tengah masyarakat yang minim penghasilan. Hal ini bukan alasannya adalah tata cara MLM

Ingat, bisnis yaitu jual-beli. Bila ingin berdagang gaya pebisnis, anda mesti mencar ilmu apalagi dulu soal bisnis pada umumnya sebelum menggeluti dalam bisnis MLM online atau silahkan berguru menjadi pebisnis dengan diawali belajar menjual produk yang ada di MLM.