Kelemahan Menjual Produk Lewat Media Umum

Apakah anda pegiat medsos dan ingin juga memasarkan produk lewat Facebook atau media umum yang lain? Anda perlu ingat bahwa memasarkan di media sosial mempunyai kelemahan. Kelemahan ini bahkan mampu memfatalkan penjualan alias menerima kerugian besar. Memang, ada sebagian orang bisa menghasilkan pemasaran terus-menerus dari sosial media. Tetapi, mereka menang dalam penjualan dikarenakan produk milik sendiri yang unik, menawan dan bermutu. Bisa juga mereka memasarkan produk orang lain yang memiliki kelayakan dijual secara online. Tetapi, kebanyakan pedagang online mengandalkan porduk orang lain dalam bentuk toko online.

Apakah cocok menjual produk di toko online? Inilah yang hendak dibahas seputar kelemahan menjual produk lewat media sosial media. Walaupun media umum mampu sebagai solusi penjualan, namun untuk tahap berikutnya bukan sebagai penyelesaian. Awal pembangunan bisnis memang bisa memerlukan media umum. Tetapi, tahap berikutnya, tahap kesungguhan dalam penjualan, media sosial hanya cocok untuk membangun brand suatu produk. Pembangunan merk pun dikhususkan untuk produk milik alias produksi eksklusif. Apa saja kelemahan-kelemahan memasarkan produk melalui media sosial?

1. Informasi di Media Sosial Terlalu Cepat Update

Anda boleh menjual produk di media sosial. Ibaratnya, anda mirip memasarkan di pasar. Media sosial seperti tempat berkumpul meskipun mempunyai kepentingan yang berlawanan. Tetapi, anda pun mesti ingat bahwa media umum bisa diibaratkan orang yang sedang berbcara ke depan orang. Masing-masing mempunyai hak berbicara mirip anda. Bayangkan, dalam satu pasar, mereka pada umumnya berbicara ke banyak orang. Bila seperti ini, anda mau menawarkan produk ke siapa? Belum lagi, media sosial mirip alur arus info. Artinya, info lama akan secara otomatis tenggelam.

2. Hanya Menerima Simpel Informasi

Instagram tidak mendukung penulisan panjang. Pun media umum yang lain tidak mendukung penulisan panjang. Di samping itu, informasi yang sudah karam sulit untuk dilacak kecuali menyaksikan kembali bab album yang bisa nenambah ribet. Tragisnya, Instagram tidak mempunyai album. Bila seperti itu, mereka hanya menerima praktis berita, info seadanya.

Tentu, kelemahan memasarkan produk seperti itu mampu teratasi. Anda mampu memakai Facebook dalam menerangkan produk. selain Facebook, penjelasan panjang tidak mampu dilakukan. Ini juga bergantung jenis produknya.

3. Mesin Pencari Tidak Bisa Mencari Bisnis Anda

Potensi kunjungan atas fanspage Facebook sedikit. Hal ini tidak alasannya tidak dianggap penting oleh mesin penelusuran. Tetapi, bila anda menggunakan media web toko online, mesin penelusuran akan mudah mencari bisnis anda. Inilah inti penting bisnis online. Bila masih mengharapkan pemasaran dari jor-joran (berlebihan) melakukan iklan secara manual adalah melalui sosial media, bagaimana akan mendapatkan pemasaran sesuai sasaran?

Walaupun mesin telusur tidak mampu mencari bisnis anda, acara memasarkan produk via media sosial mesti tetap diunggulkan melalui media periklanan Facebook (Instagram dan Fanspage). Tetapi, hal ini tidak efektif jika tidak memiliki situs online shop. Maka dar itu, pemaksimalan hasil iklan bila anda telah mempunyai situs online shop. Bila anda memuat situs, otomatis bisnis online anda akan gampang dilacak mesin pencari.

4. Lunturnya Rasa keyakinan pelanggan

Anda jangan menginginkan mendapatkan pemasaran yang menakjubkan dan terus-menerus jikalau cuma mengandalkan media sosial. Anda mesti mengalihkan cara pandang. Apa yang dialihkan? Anda mesti menilai bahwa media sosial bukan tempat untuk menjual produk. Media sosial cuma digunakan untuk aktivitas branding atas bisnis anda. Itu pun harus memiliki produk sendiri. Bila masih tetep kekeh menjaga media umum sebagai tempat berdagang, mereka justru menurun tingkat kepercayaannya. Mengapa? Mereka menganggap bahwa anda tidak serius berdagang. Bagaimana mau serius melayani pembeli jika tidak serius berdagang?